Oleh: wie2nimut | Mei 5, 2009

Taman Cinta-Pacaran Islami

Ibnu Qayyim Al-Juziyah (atau Al-Jauziyyah) sungguh menakjubkan. Inilah yang kami rasakan ketika membaca buku terjemahan kitab beliau, Raudhatul Muhibbiin, yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta, terj. Bahrun AI Zubaidi, Lc (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006).

Bagaimana tidak menakjubkan? Di buku setebal 930 halaman tersebut, orang yang jatuh cinta ditawari “rahmat dan syafaat” (hlm. 715 dst.). Selain itu, beliau mengarahkan pembaca untuk “menyeimbangkan dorongan hawa nafsu dan potensi akal” (hlm. 29 dst.). Hal-hal semacam ini jarang kami temui di buku-buku percintaan yang pernah kami baca.

Memang, sebagaimana ulama-ulama besar lainnya, beliau pun menekankan “cinta kepada Allah” dan “cinta karena Allah” (hlm. 550). Namun, beliau ternyata juga membicarakan fenomena “pacaran islami”, suatu topik sensitif yang sering dihindari banyak ulama. Beliau mengungkapkannya (bersama-sama dengan persoalan lain yang relevan) di sub-bab “Berbagai hadits, atsar, dan riwayat yang menceritakan keutamaan memelihara kesucian diri” dan “Cinta yang suci tetap menjadi kebanggaan” (hlm. 607-665).

Di situ, kami jumpai istilah “pacaran” muncul tujuh kali, yaitu di halaman 617, 621 (lima kali), dan 658. Adapun istilah-istilah lain yang menunjukkan keberadaan aktivitas tersebut adalah “bercinta” (hlm. 650), “gayung bersambut” (hlm. 613), “saling mengutarakan rasa cinta” (hlm. 620-621), “mengapeli” (hlm. 642-643), “berdekatan” (hlm. 617), dan sebagainya.

Sekurang-kurangnya, kami jumpai ada sembilan contoh praktek pacaran islami yang diceritakan oleh Ibnu Qayyim di situ. Dari contoh-contoh itu, dan dari keterangan beliau di buku tersebut, kami berusaha mengenali ciri khas “pacaran islami” ala Raudhatul Muhibbiin. Ini dia tujuh diantaranya:

1. mengutamakan akhirat
2. mencintai karena Allah
3. membutuhkan pengawasan Allah dan orang lain
4. menyimak kata-kata yang makruf
5. tidak menyentuh sang pacar
6. menjaga pandangan
7. seperti berpuasa

1) MENGUTAMAKAN AKHIRAT

Pada dua contoh, pelaku “pacaran islami” ditawari kenikmatan duniawi (zina), tetapi menolaknya dengan alasan ayat QS Az-Zukhruf [43]: 67, “Teman-teman akrab pada hari [kiamat] itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (hlm. 616 dan 655) Maksudnya, mereka yang islam itu lebih memilih kenikmatan ukhrawi daripada kenikmatan duniawi (ketika dua macam kenikmatan ini bertentangan).

Adapun pada bab terakhir, Ibnu Qayyim (dengan berlandaskan QS Al-Insaan [76]: 12) menyatakan, “Barang siapa yang mempersempit dirinya [di dunia] dengan menentang kemauan hawa nafsu, niscaya Allah akan meluaskan kuburnya dan memberinya keleluasaan di hari kemudian.” (hlm. 918)

2) MENCINTAI KARENA ALLAH

Pada suatu contoh, diungkapkan syair: “Sesunggguhnya aku merasa malu kepada kekasihku bila melakukan hal yang mencurigakan; dan jika diajak untuk hal yang baik, aku pun berbuat yang baik.” (hlm. 656)

Syair tersebut menggambarkan bahwa percintaannya “menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya” (hlm. 550). Menghindari hal yang mencurigakan dan menerima ajakan berbuat baik itu diridhai Dia, bukan?

Lantas, apa hubungannya dengan “cinta karena Allah”? Perhatikan:

Yang dimaksud dengan cinta karena Allah ialah hal-hal yang termasuk ke dalam pengertian kesempurnaan cinta kepada-Nya dan berbagai tuntutannya, bukan keharusannya. Karena sesungguhnya cinta kepada Sang Kekasih menuntut yang bersangkutan untuk mencintai pula apa yang disukai oleh Kekasihnya dan juga mencintai segala sesuatu yang dapat membantunya untuk dapat mencintai-Nya serta menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya dan berdekatan dengan-Nya. (hlm. 550)

3) MEMBUTUHKAN PENGAWASAN ALLAH DAN ORANG LAIN

Pada suatu contoh, pelaku “pacaran islami” bersyair: “Aku punya Pengawas yang tidak boleh kukhianati; dan engkau pun punya Pengawas pula” (hlm. 628).

Pada satu contoh lainnya, Muhammad bin Sirin mengabarkan bahwa “dahulu mereka, saat melakukan pacaran, tidak pernah melakukan hal-hal yang mencurigakan. Seorang lelaki yang mencintai wanita suatu kaum, datang dengan terus-terang kepada mereka dan hanya berbicara dengan mereka tanpa ada suatu kemungkaran pun yang dilakukannya di kalangan mereka” (hlm. 621).

4) MENYIMAK KATA-KATA YANG MAKRUF

Pada suatu contoh, ‘Utsman Al-Hizami mengabarkan, “Keduanya saling bertanya dan wanita itu meminta kepada Nushaib untuk menceritakan pengalamannya dalam bentuk bait-bait syair, maka Nushaib mengabulkan permintaannya, lalu mendendangkan bait-bait syair untuknya.” (hlm. 620)

Pada enam contoh, para pelaku pacaran islami “saling mengutarakan rasa cintanya masing-masing melalui bait-bait syair yang indah dan menarik” (hlm. 620-621).

Pada suatu contoh, pelaku pacaran islami mengabarkan, “Demi Tuhan yang telah mencabut nyawanya, dia sama sekali tidak pernah mengucapkan kata-kata yang mesum hingga kematian memisahkan antara aku dan dia.” (hlm. 628)

5) TIDAK MENYENTUH SANG PACAR

Pada suatu contoh, pelaku pacaran islami menganggap jabat tangan “sebagai perbuatan yang tabu” (hlm. 628).

Pada dua contoh, pelaku pacaran islami tidak pernah menyentuhkan tangannya ke tubuh pacarnya. (hlm. 634)

Pada satu contoh lainnya, pelaku pacaran islami “berdekatan tetapi tanpa bersentuhan” (hlm. 621).

Sementara itu, Ibnu Qayyim mengecam gaya pacaran jahili di zaman beliau. Mengutip kata-kata Hisyam bin Hassan, “yang terjadi pada masa sekarang, mereka masih belum puas dalam berpacaran, kecuali dengan melakukan hubungan sebadan alias bersetubuh” (hlm. 621).

6) MENJAGA PANDANGAN

Di antara contoh-contoh itu, terdapat satu kasus (hlm. 617) yang menunjukkan bahwa si pelaku pacaran islami “dapat melihat” kekasihnya. Akan tetapi, Ibnu Qayyim telah mengatakan “bahwa pandangan yang dianjurkan oleh Allah SWT sebagai pandangan yang diberi pahala kepada pelakunya adalah pandangan yang sesuai dengan perintah-Nya, yaitu pandangan yang bertujuan untuk mengenal Tuhannya dan mencintai-Nya, bukan pandangan ala setan” (hlm. 241).

7) SEPERTI BERPUASA

Ibnu Qayyim menyimpulkan:

Demikianlah kisah-kisah yang menggambarkan kesucian mereka dalam bercinta. Motivasi yang mendorong mereka untuk memelihara kesuciannya paling utama ialah mengagungkan Yang Mahaperkasa, kemudian berhasrat untuk dapat menikahi bidadari nan cantik di negeri yang kekal (surga). Karena sesungguhnya barang siapa yang melampiaskan kesenangannya di negeri ini untuk hal-hal yang diharamkan, maka Allah tidak akan memberinya kenikmatan bidadari nan cantik di negeri sana…. (hlm. 650)

Oleh karena itu, hendaklah seorang hamba bersikap waspada dalam memilih salah satu di antara dua kenikmatan [seksual] itu bagi dirinya dan tiada jalan lain baginya kecuali harus merasa puas dengan salah satunya, karena sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan bagi orang yang menghabiskan semua kesenangan dan kenikmatan dirinya dalam kehidupan dunia ini, seperti orang yang berpuasa dan menahan diri darinya buat nanti pada hari berbukanya saat meninggalkan dunia ini manakala dia bersua dengan Allah SWT. (hlm. 650-651)

Begitulah tujuh ciri khas pacaran islami ala Raudhatul Muhibbiin dalam pandangan kami. Bagaimana dengan Anda? Tolonglah beritahu kami apa saja ciri khas pacaran islami ala Raudhatul Muhibbiin dalam pandangan Anda!

Oleh: wie2nimut | Desember 17, 2008

Pacaran Menurut Islam

Pacaran Menurut Islam
Posting.31-05-2008

Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.

Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.

Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual dalam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?

Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !

Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : “Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah.” (HR Ahmad dan Abu Daud).

Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: “Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya.” Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: “Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati.”

Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba “berdalih” dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : “Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya.” Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi “dunia berpacaran” mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi “perahu pacaran” itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan “mencintai karena Allah” tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai “mencintai karena Allah ?” Jawabnya jelas tidak !

Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga’ ya? Bahaya ngga’ ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?

Memiliki rasa cinta adalah fitrah

Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya…… dahsyat man…… yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe’ akhirnya……. pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti’in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak …. dukun pun ikut bertindak.

Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :

Gharizatul baqa’ (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah. Gharizatun nau’ (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

Pacaran dalam perspektif islam

In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)

Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do’i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So….kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim).

Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31). Dan juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.”(HR. Thabrany).

Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga’ punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”

Oleh: wie2nimut | Oktober 22, 2008

Tips untuk yang sedang jatuh cinta

beberapa tips yang di perlu di perhatikan bila kita sedang jatuh cinta..
1.Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,

sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula

tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah.

Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,

karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap

menjadi

cerah.

Semoga kamu sdh menemukan orang seperti itu.


2.Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat

merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya

dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata.

Semoga kamu bukan hanya memimpikan orang seperti itu.


3.Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,

pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.

Jadilah seperti yang kamu inginkan,

karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan

satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.


4.Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu

baik

hati,cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat,

kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi,

pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan

uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu.


5.Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,

pintu yang lain dibukakan.

Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang

tertutup

sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.


6.Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di

beranda

bersamamu,tanpa mengucapkan sepatah katapun,

dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah

bercakap-cakaplama dengannya.


7.Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai

kita

kehilangannya,

tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum

pernah kitamiliki sampai kita mendapatkannya.


8.Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.

Apabila hal itu menyakitkan hatimu,

sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.


9.Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut

perselisihan.

Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan.

Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan

ketegangan.

Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.


10.Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai

menjadi

dirinyasendiri,

dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.

Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita

temukan di dalam dia.


11.Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki

hal-hal

terbaik,

mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari

setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12.Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan

beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang

tepat,

kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.


13.Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang,

sejam untuk menyukai seseorang dan

sehari untuk mencintai seseorang,

tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.


14.Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis,

mereka yang disakiti hatinya,

mereka yang mencari dan mereka yang mencoba.

Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang

yangpernah hadirdalam hidup mereka.


15.Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah,

romantika dan masih tetap perduli padanya.


16.Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika

kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan

mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya

dan kamu harus melepaskannya.


17.Cinta dimulai dengan sebuah senyuman,

bertumbuh dengan sebuah ciuman dan

berakhir dengan tetesan air mata.


18.Cinta datang kepada mereka yang masih berharap

sekalipun pernah dikecewakan,

kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,

kepada mereka yang masih mencintai

sekalipun pernah disakiti hatinya.

19.Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak

mencintaimu,

tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan

tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu

kepadanya.

20.Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang

dilupakan.

Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik

jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21.Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kami masih mau

mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup,

jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi

jika kamu masih tidak dapat melupakannya.


22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang

bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu.

Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta

berkembang di hatinya, tetapi jika tidak,

berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

Oleh: wie2nimut | Oktober 22, 2008

[tips & trik]Persahabatan Lawan Jenis Tanpa Harus Jatuh Cinta


Persahabatan sangat di butuhkan dalam kehidupan kita, namun persahabatan yang seperti apa? Persahabatan yang bukan hanya berdasar pada kepercayaan, tapi persahabatan yang membutuhkan pengertian atas kesetiaan dan privasi diri…dalam sebuah persahabatan juga kadang ada sebuah kehancuran, apalagi jika itu datangnya atas perasan suka yang ditmbulkan dari persahabatan lawan jenis, So bagaimana menjalin persahabatan dengan lawan jenis tanpa mengundang rasa suka…?

1. Kita bersahabat atas nama kepercayaan dan bukan hanya berpegang pada janji

2. Sering menceritakan masalah yang universal dan condong pada kehidupan asmara antara keduanya, sehingga pembicaraan akan terasa netral dan adanya rasa empati.

3. Persahabatan di depan public yang tidak terlalu menunjukkan kedekatan.

4. Usahakan curhat lewat alat komunikasi, dan hindari pertemuan yang terlalu sering.

5. Berkata sejujurnya dan tidak mengada-ngada.

6. Dan yang paling penting seringlah berkonsultasi dengannya tanpa ada rasa canggung.

Selamat mencoba…!!!semoga bisa membantu anda untuk menyelsaikan problem dalam kehidupan persahabatan anda…

Karena sesungguhnya bukan kita, dia atau siapapun menjadi sepasang sahabat, tapi hiduplah yang memilih untuk sebuah kata persahabatan…!!!!

dan meskipun raga tak bertemu, tapi jiwa seorang sahabat sejati pasti akan merasakan apa yang dirasakan sahabatnya…

senang…susah…

suka…duka…

senyum…dan lara…

Persahabatanlah yang akhirnya membuatku mengenal kata kesetiaan dan alasan mengapa aku harus tetap hidup meskipun sahabat itu telah pergi…

” friendship is like a ship that never sink…. !!!!!

__________________

Oleh: wie2nimut | Oktober 22, 2008

Persahabatan dan Cinta

Ngomongin masalah persahabatan dan cinta adalah sesuatu yang mengasyikkan. Apa yang akan saya utarakan disini adalah pengalaman pribadi yang insyaallah tidak bermaksud menggurui atau membuka sesuatu yang mestinya dirahasiakan.

Persahabatan buat saya adalah suatu hubungan antar teman dimana rasa kecocokan ada disini, dalam hal ini kita dapat curhat kalau mempunyai masalah atau apalah yang itu semua bisa mengurangi beban pikiran kita. Kadang suatu persahabatan itu tidak harus dengan cewek saja atau cowok saja, semua itu bisa menjadi sahabat kita. Dalam persahabatan kita bisa bebas menyampaikan hal-hal yang mungkin itu tidak bisa tersampaikan kalau kita berhadapan dengan orang tua kita misalnya.

Dan Cinta buat saya adalah sesuatu yang membuat hati kita menjadi senang, sedih, menangis dan tertawa, karena begitulah yang saya rasakan. Apalagi saat first love minta ampun serasa dunia ini bagaimana gitu, yah mungkin kalau dibayangin rasanya kita pinginnya ketemu terus, kangen terus, yah pokoknya terus dan terussss deh ……

Antara Persahabatan dan Cinta sebenarnya punya korelasi meski keduanya ada batas perbedaannya. Buat saya sebelum kita mencintai seseorang, pasti kita ingin deket dulu entah itu pingin tahu sifatnya, kesukaannya atau yang lainnya. Yang jelas dengan kita sudah mengenalnya lebih dalam diharapkan hal-hal yang mungkin ada perbedaan satu dengan yang lainnya dapat kita pahami. Karena kita tahu untuk menyatukan dua hati yang tadinya belum saling mengenal adalah sesuatu yang tidak mudah, memerlukan banyak sekali penyesuaian-penyesuaian yang kadang dalam penyesuaian tersebut kita merasa tidak dapat memenuhi.

Nah disinilah biasanya kita berusaha untuk bisa menyesuaikan agar apa yang kita harapkan dapat tercapai, itu sih teorinya, tetapi tidak semudah itu bukan !!, kita butuh perjuangan, pengorbanan dan kesabaran. Penyesuaian-penyesuaian ini memberikan dorongan yang begitu kuat, sehingga seakan-akan apa yang kita lakukan seharian penuh tidak terasa lelahnya, itulah Cinta !!! ……

Oleh: wie2nimut | Oktober 20, 2008

Mampukah Persahabatan Tanpa Cinta?

Sering kali ditemui banyak orang yang coba memisahkan Persahabatan dan Cinta karena mereka berfikir, ?Kalau Persahabatan sudah disulami dengan Cinta, pasti akan jadi sulit!?. Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara seorang pria dan wanita.

Persahabatan merupakan bentuk hubungan yang indah antara manusia, di mana Cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai Persahabatan. Tanpa Cinta, Persahabatan mungkin akan diisi dengan Kecewa, Benci, Marah dan berbagai hal yang membuat Persahabatan tidak lagi indah. Berhentilah membuat batas antara Cinta dan Persahabatan, biarkan mereka tetap menjadi Teman baik. Yang harus diluruskan adalah Cinta bukanlah perusak Persahabatan, Cinta memperindah persahabatan anda.

Seringkali Cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. SALAH BESAR !!! Seharusnya dengan adanya Cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan. Buat teman-teman yang sedang menjalin Persahabatan. Penuhilah persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu.

Buat teman-teman yang sedang mengalami guncangan dalam persahabatan, jangan salahkan Cinta! Tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta karena cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Buat teman-teman yang belum mengerti arti Persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita.

Buat teman-teman yang sedang kecewa dengan Persahabatan. Renungkanlah;?
Apakah saya sudah menjalani Persahabatan dengan benar??
Dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam persahabatan.

Prev: Nabrak Gak Kena
Next: Tips Menyemarakkan Cinta

Oleh: wie2nimut | September 20, 2008

Profile Qyu

Nama     : Quinnanti Husniah

Sekolah  : MAN Kota Kediri II

Kelas      : XII Bahasa

Alamat   : Ds.Sumberagung Dsn.Sumberasih Kec.Wates

Oleh: wie2nimut | September 13, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.